Stop Bully Ulama Kami

Demi ambisi dan eksistensi, sebagian manusia akhir zaman ini dengan entengnya membully (baca: menghina dan mencaci-maki) para ulama. Entah...

Demi ambisi dan eksistensi, sebagian manusia akhir zaman ini dengan entengnya membully (baca: menghina dan mencaci-maki) para ulama. Entah darimana mereka mendapatkan inspirasi sesat itu, yang jelas ekspresi buruk itu mereka tumpahkan di media sosial dan internet dan dibaca banyak orang. Alasan merekapun sangat naïf “Amar Ma’ruf Nahi Mungkar” padahal sesungguhnya yang sedang mereka lakukan sebaliknya, ber-Nahi Ma’ruf dan Beramal Mungkar.

Sialnya, orang-orang yang melakukan “Caci Maki Ulama” ini bukanlah orang-orang hebat, mereka tak lebih dari orang-orang yang selama ini tidak tahu dirinya tidak tahu, mereka kurang ngaji dan mungkin tak pernah belajar Akhlakul Banin. Untuk kelompok yang ini boleh-boleh saja kita maafkan, tapi ada satu kelompok lagi yang kelakukannya tak kalah parah, mereka orang-orang yang pesantren, pernah ngaji Ta’limul Muta’allim, tau cara menghormati guru, tapi caci-makinya bahkan lebih “kenceng” dari kelompok yang pertama. 

Hanya karena kebencian yang merasuk dihatinya, mereka lantas hilang hormat pada para ulama. Mata batin mereka telah dibutakan kebencian dan seakan tak sedikitpun nilai kebaikan pada para ulama dulunya mereka kagumi bahkan pernah belajar padanya.

Memang, seorang ulama atau seorang Tuan Guru bukanlah malaikat yang tak pernah salah, tapi apakah dengan kesalahannya -yang sedikit itu- lantas memantaskan seorang, apalagi muridnya pantas mengeluarkan caci-maki kebencian?.

Stop mencaci ulama meskipun kasat mata beliau salah. Kapasitas dan integritas seorang mereka jauh diatas anda. Ulama adalah pewaris para nabi,  menghormatinya adalah wasilah keselamatan.

Untuk lebih dalamnya tulisan ini, saya ingin memaparkan beberapa kemuliaan ulama yang di sampaikan Jamaluddin Alhabisyi (W.786 H) dalam kitabnya  “Nasyruttayyi’ at-Ta’rif fi Fadli Hamlatil Ilmi Syarif ” hal. 40-50

1. Ulama adalah ahli waris para Nabi

وإن العلماء ورثة الأنبياء , وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما ووإنما ورثوا العلم
Ulama adalah ahli waris para nabi. Para nabi hanya mewarisi ilmu (saja), tidak mewarisi dinar dan dirham.

Pasca ditutupnya gelar kenabian untuk manusia, maka saat itupula tugas menjadi pewaris nabi tentu bukanlah perkara yang mudah, tapi sangatlah berat sulit dan juga rumit. Hanya manusia level satu yang bisa mengemban itu semua. Jika  para nabi dibekali dengan wahyu dan mukjizat maka ulama dibekali ilham dan karomah. Jika nabi adalah manusia pilihan, maka ulama demikian juga.Sifat-safat yang melekat pada nabi, pun juga melekat pada diri ulama.

وَقد بَين رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم أَن الْعلمَاء ثِقَات عدُول وأوضح بقوله عَلَيْهِ السَّلَام يحمل هَذَا الْعلم من كل خلف عدوله ينفون عَنهُ تَحْرِيف الغالين وانتحال المبطلين وَتَأْويل الْجَاهِلين. وَهَذَا حَدِيث حسن مَشْهُور  وَهُوَ فِي كتب الْأَئِمَّة مُسْند مَذْكُور فَأخْبر صلى الله عَلَيْهِ وَسلم أَن حَملَة الْعلم فِي كل أَوَان هم عدُول أهل ذَلِك الْقرن وَالزَّمَان
Rasullah Saw menjelaskan dalam sabdanya bahwa ulama merupakan orang yang adil dan jujur.  Nabi Bersabda, “Ilmu agama ini akan  di bawa pada setiap generasi oleh orang-orang yang adil dari mereka, dan mereka akan menghilangkan/membersihkan ilmu agama dari upaya penyelewengan dari orang yang melampaui batas  dan penakwilan dari orang bodoh.” Ini adalah hadis hasan yang mashur dan termaktub di kitab-kitab musnad para imam. Di dalam hadis yang lain, Rasullah bersabda “Ilmu dibawa di setiap bejana, bejana ilmu adalah orang-orang yang adil di zamannya”

2. Ulama sang juru keselamatan

Jika diibaratkan sebuah kendaraan, ulama adalah kapal besar yang menampung manusia dan mengantar mereka menujudermagapemilik jagad semesta.Layaknya sebuah kapal yang sedang mengarungi samudra, terjangan arus dan gelombang tidak dapat dihindari. Namun berkat kelihaian nahkoda dan kokohnya kapal, manusia dapat menepi di dermaga dengan selamat.

Begitulah perumpamaan jalan hidup manusia. Jalan menuju tuhan teramatlah panjang dan melelahkan. Dibutuhkan kendaraan dan navigator untuk bisa sampai kepada-Nya. Teramatlah sulit dan mustahil bagi orang awam untuk sampai pada tuhan tanpa dibimbingan oleh guide. Guide kehidupan diperankan oleh ulama. Maka disinilah manusia diharuskan untuk masuk di barisannya. Barisan yang mendidikan manusia menjadi manusia yang berbudi luhur. Barisan yang mengajarkan penghambaan secara totalitas kepada penciptanya. Barisan yang mengangkat derajat dan menghormati manusia. Keluar dari barisan ulama berarti kesesatan yang nyata untuk manusia.

وَقَالَرَسُولاللهصلىاللهعَلَيْهِوَسلمالْأَنْبِيَاءقادةوَالْفُقَهَاءسادةومجالستهمزِيَادَة
Para nabi adalah pembimbing, (sedangkan) ahli fikih orang yang mulia.  Duduk di majlis mereka adalah keutamaan

قَالَالإِمَامالبُخَارِيّرَحمَهاللهفِيكتابالإعتصاممنجَامعهأَمررَسُولاللهصلىاللهعَلَيْهِوَسلمبِلُزُومالْجَمَاعَةوهمأهلالْعلمهَذَالَفظهوَفِيسنَنأبيدَاوُدأَنالنَّبِيصلىاللهعَلَيْهِوَسلمقَالَمنفَارقالْجَمَاعَةشبْرًافقدخلعربقةالْإِسْلَاممنعُنُقهوَنَحْوهفِيالصَّحِيحَيْنِأَيْضاَقَالَصلىاللهعَلَيْهِوَسلممنأَرَادَبحبوحةالْجنَّةفليلزمالْجَمَاعَةرَوَاهُالتِّرْمِذِيّوَقَالَحَدِيثحسنصَحِيح
وَرُوِيَأَيْضاأَنهصلىاللهعَلَيْهِوَسلمقَالَيَداللهمَعَالْجَمَاعَة

Imam Bukhari mengutip hadis Rasulallah Saw yang memerintahkan manusia untuk selalu dalam komunitas ahlul ilmi (ulama). Di dalam sunan Abi Daud Nabi bersabda, “Barang siapa yang melepas diri dari komunitas ulama sejengkal, maka lepaslah ikatan Islam dari lehernya.” Hadis yang semakna juga ada di kitab shahihaini,  “Barang siapa yang ingin kedudukan di surga, maka hendaklah masuk di barisan jama’ah. Hadis ini adalah hadis hasan shahih. Di dalam riwayat yang lain, Rasulallah Saw bersabda, “Kekuasaan tuhan bersama jama’ah”

3. Kemulia ulama

Mengemban misi mulia para nabi dan rasul, dalam diri ulama juga mengalir kemuliaan para nabi. Kemulaan yang notabene tidak dimiliki manusia pada umumnya. Kemuliaan yang hanya pantas ditimbal dengan kemuliaan pula. Kemuliaan ilmu yang dipikulnya menasbihkan ia menjadi sosok yang kudus. Kemuliaan ilmu Allah Swt yang ada dalam dirinya adalah motivasi besar agar ia digugu dan ditiru serta dimuliakan.

Kemuliaannya tidak bisa berkurang sedikitpun, walau ia bertindak lalim. Tidak ada alasan untuk tidak menghormatinya. Tidak ada justifikasi yang halal untuk menghina dan membulinya. Menghina dan mencemoohnya hanya akan menjadi petaka bagi siapa saja yang berani untuk itu. Kekeramatan ulama bisa menjadi racun yang mematikan.

Imam Ibnu Asakir  dalam gubahansyairnya mengatakan
تجنب الْعلمَاء وَإِن هم خلطوا * فالعلم يغْفر زلَّة الْعلمَاء
فلحومهم مَسْمُومَة وبأكلها * يخْشَى هَلَاك الشّعْر وَالشعرَاء
Dan berhati-hatilah terhadap ulama  meskipun mereka bersalah * maka ilmu akan menghapus kesalahan ulama
Daging mereka beracun dan dengan memakannya * di khawatirkan hancurnya syair dan sang penyair .

Hal yang sama juga disampaikan oleh Imam As-Sahruwardi di dalam awal kitab “’Awariful Ma’arif” beliau menulis:

والعالم وَإِن لم يعْمل بِعَمَلِهِ ترجى لَهُ التَّوْبَة فَإِن الْعلم فِي الْإِسْلَام لَا يضيع أَهله ويرجى عود الْعَالم ببركتههَذَا كَلَامه رَحمَه الله
Orang alim walaupun tidak mengamalkan ilmunya maka diharapkan baginya bertaubat, karena sesungguhnya ilmu dalam agama Islam tidak menyia-nyiakan pemilik ilmu, dan ia (dapat) diharapkan bertaubat sebab barokahnya ilmu

فالعالم وَإِن لم يكن بِعِلْمِهِ عَاملا فَإِن لَهُ شرف الْعلم إِذْ صَار لَهُ حَامِلا وحامل الشَّيْء الشريف قد شرف بِمَا حمل وَمن أحب شَيْئا أحب حامله وَإِن لم يكن حامله حسن الْعَمَلوَقد شبه النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم من أُوتِيَ الْقُرْآن وَلم يقم بِهِ بجراب أوكي على مسكفِي حَدِيث أخرجه التِّرْمِذِيّ وَالنَّسَائِيّ رحمهمَا الله فِي سُنَنهمَاوَفِي الحَدِيث :اتَّقوا زلَّة الْعَالم وَلَا تقطعوه وَانْتَظرُوا فيئته

Maka orang alim walaupun amaliahnya tidak sesuai dengan ilmunya, dia mempunyai kemuliaan ilmu karena dia menjadi orang yang membawa sesuatu yg mulia dan ia telah menjadi mulia sebab apa yang di bawa. Barang siapa mencintai sesuatu maka dia juga mencintai pembawanya walaupun sang pembawa amalannya tidak baik.

Nabi telah menyerupakan ia dengan orang yang telah diberi al-Qur'an namun tidak mengamalkan diserupakan dengan kantong kulit di isi dengan minyak misik. Hadits ini diriwayat oleh Imam at-Tirmidzi dan an-Nasa'i.  Dalam sebuah hadits yang lain " Berhati-hatilah dengan kesalahan orang alim dan janganlah kalian memutuskan dia, tapi kalian tunggulah masa taubatnya”.

Dan dalam haditsnya RatnulMa'mar yang masyhur dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تبرك بالعالم إِن عمل وَإِن لم يعْمل فتبرك بِهِ فللعالم حُرْمَة الْعلم الشريف وَإِن لم يعْمل ويرجى لَهُ ببركة الْعلم صَلَاحه فِي الْمُسْتَقْبل
Tabarruklah dengan orang alim jika mengamalkan ilmunya. Jika tidak mengamalkan ilmunya maka tabarruklah dengan ilmunya. Orang alim mempunyai kehormatan ilmu yang mulia walaupun tidak mengamalkannya, dan di harapkan baginya kebaikan dimasa mendatang dengan barokahnya ilmu.

Dalam sebuah riwayat ditegaskan kembali bahwa menghormati ulama adalah sebuah kewajiban dan sekaligus menjadi adalah haknya ulama.

وَمن أحب عَالما لأجل الْعلم الَّذِي فِي قلبه وَلم ينظر إِلَى مَا يتخيل من زلته وذنبه فقد أدّى مَا يجب من حق الْعَالم لأجل ربه
Barang siapa mencintai orang alim karena ilmu yang ada di dalam hatinya serta tidak melihat pada bayangan kesalahan dan dosanya maka dia telah memenuhi apa yg wajib dari haknya orang alim karena Robbnya,

Jika sampai saat ini kita belum mampu untuk menjadi orang yang alim sebagaimana ulama. Maka marilah kita tautkan hati ini untuk mencintai ilmu dan ahlul ilmi, insyaallah inilah jalan keselamatan.  Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فقد قَالَ النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم من أحب الْعلم وَالْعُلَمَاء لم تكْتب عَلَيْهِ خَطِيئَة أَيَّام حَيَاته وَمن مَاتَ على محبَّة الْعلم وَالْعُلَمَاء فَهُوَ رفيقي فِي الْجنَّة
Barang siapa mencintai ilmu dan ulama maka tidak ditulis atasnya kesalahan di hari-hidupnya.Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai ilmu dan ulama maka dia menjadi temanku di surga.

من أحب طَالب الْعلم فقد أحب الْأَنْبِيَاء وَمن أحب الْأَنْبِيَاء كَانَ مَعَهم وَمن أبْغض طَالب الْعلم فقد أبْغض الْأَنْبِيَاء وَمن أبْغض الْأَنْبِيَاء فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّم
Barang siapa yang mencintai pencari ilmu maka sungguh telah mencintai para nabi. Barang siapa yang mencintai para nabi maka dia bersamaku. Barang siapa yang membenci pencari ilmu maka dia benar-benar telah membenci para nabi dan dibalas dengan siksa api neraka.

من حقر عَالما فَهُوَ مُنَافِق مَلْعُون فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَة
Barang siapa yang melecehkan orang alim, dia termasuk orang munafiq yang dilaknat di dunia dan akhirat

وَقَالَ عَليّ رَضِي الله عَنهُ سَأَلت النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم عَن صَاحب الْعلم فَقَالَ هُوَ سراج أمتِي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَة طُوبَى لمن عرفهم وأحبهم وويل لمن أنكر معرفتهم وأبغضهم وَمن أحبهم شَهِدنَا لَهُ أَنه فِي الْجنَّة وَمن أبْغضهُم أبغضناه وَشَهِدْنَا أَنه فِي النَّار
Ulama adalah pelita ummatku di dunia dan akhirat. Beruntunglah bagi mereka yang tahu dan mencintainya serta celakalah mereka yang menginkarinya keberadaanya dan membencinya.
Barang siapa yang mencintainya maka kami bersaksi untuknya di surga. Barang siapa yang membencinya maka kami membencinya dan menjadi saksinya kelak di neraka

يُوزن حبر الْعلمَاء وَدم الشُّهَدَاء فيرجح ثَوَاب حبر الْعلمَاء على ثَوَاب دم الشُّهَدَاء وَيُقَال للْعَالم اشفع فِي تلامذتك وَلَو بلغ عَددهمْ عدد نُجُوم السَّمَاء وَمن تقلد مَسْأَلَة وَاحِدَة قَلّدهُ الله يَوْم الْقِيَامَة ألف قلادة من نور وَغفر لَهُ ألف ذَنْب وَبنى لَهُ مَدِينَة من ذهب
Di timbang tinta ulama dan darah syuhada, (ternyata) lebih berat pahalanya tinta ulama atas pahala darahnya syuhada. Kemudian dikatakan kepada orang alim, berikanlah syafa'’t kepada murid-muridmu walaupun jumlahnya laksana bintang-bintang dilangit.  Dan barang siapa mengikuti satu persoalan saja (taqlid), maka Allah memberikan seribu kalung yang terbuat dari cahaya dan diampuni seribu dosanya serta dibangun baginya sebuah kota yang terbuat dari emas.

Mengakhiri tulisan ini, sekali lagi saya mengajak anda, stop mencaci-maki para ulama. Selain akan membuat ilmu anda tidak berkah, juga anda akan dikarunia kehinaan yang luarbiasa. Wassalam

Penulis :
Doni Saputra
Santri Ma'had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

COMMENTS

Name

Amalan,1,Artikel,25,Berita,62,Hikmah,4,Kajian,5,Kisah,2,Pesantren,1,Situs Para Wali,1,Ulama,3,wahabi,7,
ltr
item
Islam Santri: Stop Bully Ulama Kami
Stop Bully Ulama Kami
https://2.bp.blogspot.com/-TJsphrHPC5c/WyjtMaA90pI/AAAAAAAAAUg/rOeUIiwVIRIcM4kH6xz4uHDsr6moAaFJQCLcBGAs/s200/Stop-bully-ulama.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-TJsphrHPC5c/WyjtMaA90pI/AAAAAAAAAUg/rOeUIiwVIRIcM4kH6xz4uHDsr6moAaFJQCLcBGAs/s72-c/Stop-bully-ulama.jpg
Islam Santri
http://www.islamsantri.com/2018/06/stop-bully-ulama-kami.html
http://www.islamsantri.com/
http://www.islamsantri.com/
http://www.islamsantri.com/2018/06/stop-bully-ulama-kami.html
true
1277566646578759398
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy